Rabu, 18 Maret 2015

keanekaragaman hayati dan persebarannya



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang
Makhluk hidup di dunia ini sangat beragam, baik tumbuhan maupun hewan. Hal ini mendorong para ahli untuk mempelajarinya lebih lanjut,dengan suatu sistem yang disebut klasifikasi. Klasifikasi ini, memungkinkan para ahli lebih mudah mempelajari makhluk hidup yang sangat beragam itu. Dasar klasifikasi makhluk hidup ini adalah adanya persamaan dan perbedaan ciri-ciri morfologi, anatomi, fisiologi, tingkah laku, dan lain-lain. Untuk mempelajari lebih lanjut, kita dapat mengamati beberapa contoh hewan dan tumbuhan. Berdasar kesamaan ciri, kita dapat mengklompokan atau mengklasifikasikannya. Kegiatan pengklasifikasikan makhluk hidup bertujuan untuk memepermudah mengenal objek yanng beraneka ragam dengan cara mencari persamaan dan perbedaan ciri serta sifat pada objek tersebut. Klasifikasi juga mempermudah dalam pemberian nama ilmiah terhadap suatu individu.

1.2.            Rumusan Masalah
1.      Sebutkan dan jelaskan keanekaragaman makhluk hidup !
2.      Jelaskan apa yang dimaksud kunci dikotom !
3.      Sebutkan dan jelaskan penyebaran makhluk hidup !
4.      Sebutkan dan jelaskan manfaat keanekaragaman makhluk hidup !
5.      Apa pengaruh manusia terhadap keanekaragaman makhluk hidup ?
1.3.            Tujuan
1.      Untuk mengetahui keanekaragaman makhluk hidup.
2.      Untuk mengetahui kunci dikotom.
3.      Untuk mengetahui penyebaran makhluk hidup.
4.      Untuk mengetahui manfaat keanekaragaman makhluk hidup.
5.      Untuk mengetahui pengaruh manusia terhadap keanekaragaman makhluk hidup.




BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Keanekaragaman Makhluk Hidup
Istilah keanekaragaman hayati atau “biodiversitas” menunjukkan sejumlah variasi yang ada pada makhluk hidup baik variasi gen, jenis dan ekosistem yang yang di suatu lingkungan tertentu. Keanekaragaman hayati yang ada di bumi kita ini merupakan hasil proses evolusi yang sangat lama, sehingga melahirkan bermacam-macam makhluk hidup.
A.    Sejarah Klasifikasi
            Klasifikasi adalah mengelompokkan obyek-obyek atau informasi yang didasarkan pada persamaannya. Tumbuhan telah diklasifikasikan atau dikelompokkan menjadi tumbuhan yang bisa dimakan dan tumbuhan beracun, didasarkan pengaruhnya terhadap manusia. Sejalan perkembangan waktu, berkembanglah ilmu taksonomi. Taksonomi adalah cabang biologi yang mengkhususkan bidang bahasan pada pengelompokan dan pemberian nama organisme atau makhluk hidup. Ahli biologi yang mempelajari taksonomi disebut taksonom.
            Aristoteles adalah filsuf yunani (384-322 SM), mengembangkan metode klasifikasi yang pertama. System ini mengelompokkan semua makhluk hidup yang dikenal saat itu menjadi dua kelompok besar, yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan adalah kelompok yang terdiri dari herba, semak dan pohon tergantung ukuran dan struktur tubuhnya. Hewan terdiri dari kelompok yang hidupnya di tanah, udara atau air. Pengamatan selanjutnya oleh ilmuwan lain memunculkan kebingungan, sebab system aristoteles ini tidak dapat diterapkan, tidak dapat menunjukkan keterkaitan atau kekerabatan diantara makhluk hidup yang ada.
            System klasifikasi terus berkembang, berikutnya mengikuti system Linnaeus. Linnaeus adalah ahli botani swedia (1707-1778), telah mengembangkan system klasifikasi yang masih digunakan sampai saat ini. Berbeda dengan system aristoteles, Linnaeus memilih cirri-ciri fisik yang tampak sebagai dasar klasifikasi pada kekerabatan organisme. Linnaeus juga memilih karakter atau ciri organisme yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan dalam kaitan kekerabatan evolusi organisme.


B.     Tingkat Keanekaragaman
1.      Keanekaragaman Tingkat Gen
Makhluk hidup tersusun atas unit satuan terkecil yang kita kenal sebagi sel. Dalam inti sel terdapat materi pembawa sifat yang disebut gen. Setiap individu memiliki jumlah dan variasi susunan gen yang berbeda-beda. Pada prinsipnya bahan penyusun Gen setiap makhluk hidup adalah sama, namun jumlah dan susunanya yang berbeda-beda sehingga menampilkan sifat-sifat yang berbeda-beda pula.
2.      Keanekaragaman Jenis
     Variasi warna pada ikan dan warna bunga menunjukkan adanya variasi dalam tingkatan jenis makhluk hidup. Variasi ini disebabkan karena adanya rekombinasi (pencampuran) gen-gen dalam jenis tersebut sehingga melahirkan variasi yang lebih
beragam.
3.      Keanekaragaman tingkat ekosistem
Suatu ekosistem terdiri dari komunitas hewan, tumbuhan dan mikroorganisme beserta lingkungan abiotik dimana semua makhluk hidup tersebut berada. Kedua komponen ini saling berinteraksi satu dengan lainnya dengan berbagai cara yang berperan dalam siklus materi dan energi. Keanekaragaman ekosistem dapat dilihat dari variasi ekosistem berdasarkan batas geografi.

C.    Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi adalah menempatkan bersama-sama (mengelompokkan) hal-hal yang mirip satu sama lain. Klasifikasi dilakukan berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dimiliki oleh makhluk hidup. Manfaat klasifikasi : Memudahkan mempelajari makhluk hidup yang beraneka ragam, dapat digunakan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup.
Sistem klasifikasi terus berkembang, berikutnya mengikuti sistem Linnaeus. Linneaus adalah ahli botani swedia (1707-1778), telah mengebangkan sistem klasifikasi yang masih digunakan sampai saat ini. Berbeda dengan sistem Aristoteles, Lineaus memilih ciri-ciri fisik yang tampak sebagai dasar klasifikasi pada kekerabatan organisme.


v  system klasifikasi berdasarkan cara dan tujuannya
1. System Klasifikasi Buatan (Artificial)
Didasarkan pada pertimbangan secara sekehendak hati para ahli taksonomi dengan melihat habitat (tempat hidup) dan nilai guna dari makhluk hidup tersebut.
2. System Klasifikasi Alamiah (Natural)
Sistem ini didasarkan pada kesamaan morfologi secara fenotip yang ada hubungannya dengan makhluk hidup yang sesungguhnya.
3. System Klasifikasi Evolusi (Filogenetik)
Sistem klasifikasi ini lebih menekankan aspek hubungan kekerabatan dan sejarah perkembangan evolusi makhluk hidup yang ada sekarang.
v  Klasifikasi Didasarkan Pada Struktur
            Begitu evolusi dikenal para ahli taksonomi mulai menggunakan dua jalan pembuktian utama untuk klasifikasi : fakta-fakta fosil dan struktur homolog. Fosil sering kali menyediakan petunjuk yang membantu ilmuwan menentukan kekerabatan antar organisme.
            Cukup banyak alasan dalam system klasifikasi Linnaeus tetap bertahan yang menggunakan ide struktur homolog tanpa menyadari penggunaan struktur sebagai dasarnya. Linnaeus mengelompokkan organisme didasarkan pada keterkaitan evolusi.
            Meskipun demikian fosil dan struktur homolog kadang-kadang tidak dapat membuktikan suatu informasi dengan tepat atau lengkap. Demikian juga adanya persamaan struktur yang memunculkan ketidaktepatan taksonomi. Dengan berjalannya waktu, perlu digunakan jalur pembuktian yang lain.
v  Klasifikasi Didasarkan Sifat Biokimia Dan Perkembangannya
            Ketika peralatan baru dalam ilmu pengetahuan alam menjadi lebih tepat, seperti halnya mikroskop, ahli taksonomi mulai menggunakan informasi itu untuk mengidentifikasi kekerabatan antara organisme. Kesimpulan akan sulit diperoleh hanya berdasarkan struktur fase dewasanya. Akhirnya perbandingan biokimia meyakinkan hubungan kekerabatan.
v  Klasifikasi Makhluk Hidup berdasarkan Kingdom
·         Perkembangan klasifikasi makhluk hidup sampai abad ke-18 menempatkan semua makhluk hidup dalam salah satu dari dua kingdom yaitu tumbuhan dan hewan.
·         Pada masa berikutnya para ahli taksonomi mengamati ada perbedaan kelompok makhluk hidup selain tumbuhan dan hewan yaitu jamur (fungi), sehingga makhluk hidup dikelompokkan menjadi 3 kingdom yaitu hewan, tumbuhan dan Jamur.
·         Copeland (1938-1847) mengajukan 4 kingdom klasifikasi makhluk hidup, yaitu Monera untuk semua makhluk hiudp prokariota, protista untuk semua makhluk hidup sedikit atau tidak memiliki jaringan yang terdiferensiasi, metafita dan metazoamasing-masing untuk dunia tumbuhan dan hewan tingkat tinggi.
·         Pada tahun 1969 Robert H.Whittaker merumuskan 5 kingdom klasifikasi makhluk hidup yang sakarang banyak digunakan meliputi: Monera, Protista, Fungi, Animalia dan Plantae.

D.    Sistem Binomial Nomenclatur
            pada pertengahan abad ke-18 (1707-1778) Carolus Linnaeus mengajukkan system penamaan makhluk hidup dalam tulisannya “Systema nature” dengan istilah “:Binomial nomenclatur” (bi= dua, nomen=nama)yang artinya tata nama seluruh organisme ditandai dengan nama ilmiah yang dterdiri dari dua kata latin atau yang dilatinkan. Kata pertama menunujukkan genus, yang penulisannya dimulai dengan hurup besar, sedangkan kata kedua merupakan “epitethon spesificum“ artinya penunjukkan jenis (spesies) yang penulisannya dimulai dengan huruf kecil. Misalnya untuk nama ilmiah singkong Felis domesticus . Felis menunjukkan genus, sedangkan domesticus emerupakan ciri khsuusnya, yang berarti sejenis hewan yang dipelihara di dalam rumah (domestik).

E.     Aturan Pemberian Nama Ilmiah
Peraturan nama ilmiah memuat aturan sebagai berikut:
1. Setiap oarganisme mempunyai nama ilmiah tertentu.
2. untuk nama ilmiah digunakan bahsa latin atau yang dilatinkan.
3. tidak ada dua organisme atau lebih yang mempunyai nama spesies yang sama (tautonim) atau hampir sama.
4. nama genus harus terdiri dari satu kata dan penulisannya selalu dimulai dengan huruf besar.
5. nama spesies terdiri dari dua kata. Kata pertama merupakan nama genus dan kata kedua merupakan petunjuk spesies.
Contoh nama ilmiah padi: Oryza sativa
1        2
1 = nama genus                               1 + 2 = nama spesies
2 = nama petunjuk spesies
6. Penulisan nama spesies harus ditulis meiring atau digaris bawahi. Garis bawah kata pertama dan kedua secara terpisah.
7. Nama penemu boleh dicantumkan dibelakang nama spesies, seperti: Oryza sativa L., Rosa hybrida Hort, dsb.
8. Untuk pemberian nama suku (famili) terdiri dari satu kata majemuk dibentuk dari salah satu nama genus yang dibawahinya ditambah akhiran –aceae untuk tumbuhan dan akhiran –idea untuk hewan.
Seperti: Solanum + aceae = Solanaaceae,   Felis + idae = Felidae
F.     Tingkatan/Takson Makhluk Hidup
Kelompok taksonomi pada takson yang sama memiliki katagori yang sama. Urutan takson dari yang tertinggi sampai terendah seerpti berikut:
Tingkat Takson (tumbuhan)
Tingkat Takson (Hewan)
Tingkat Takson   (Bahas Indonesia)
Contoh Klasifikasi


Kingdom
Kingdom
Dunia
Animalia

Divisi
Phylum
Divisi/Filum
Chordata

Classis
Classis
Kelas
Mamalia

Ordo
Ordo
Bangsa
Primata

Familia
Familia
Suku
Hominidae

Genus
Genus
Marga
Pongo

Spesies
Spesies
Jenis
Pongo Pygmaeus


Setiap takson memiliki persamaan dan perbedaan ciri. Makin tinggi takson makin sedikit persamaan ciri yang dimilkinya dan dengan demikian makin banyak pula perbedaanya. Sebaliknya makin rendah takson, mka makin banyak persamaannya dan makin sedikit perbedaanya.
G.  Konsep Spesies
Konsep spesies menurut para ahli taksonomi merupakan gabungan populasi alami yang secara morfologi dan ekologi serupa dan yang dapt melakukan perkawinan (interbreeding) serta menghasilkan keturunan yang fertile. Contohnya Kuda dan Keledai dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan bagal, tetapi bagal ini mandul maka kuda dan keledai bukan termasuk satu spesies.

2.2. Kunci Dikotom
     Bagaimana anda bisa menemukan nama organisme seperti yang ada pada gambar tabel ? cara yang termudah mungkin dengan menanyakan pada ahli arthopoda di daerah anda. Namun demikian tidak ada seorang pun yang tahu, atau bahkan diharapkan untuk tahu semua tentang artropoda atau beberapa kelompok taksonomi utama yang lain. Yang akan dikatakan para ahli pada anda adalah bahwa organisme tersebut serupa dengan semacam tungau atau kutu. Cara lain yang dapat anda tempuh adalah merujuk pada buku petunjuk lapangan yang berisi uraian kata-kata atau foto/gambar yang berperan membantu identifikasi. Buku-buku petunjuk lapangan tersebut dapat ditemukan di perpustakaan.
     Sebagian besar buku-buku petunjuk lapangan  menggunakan deskripsi, seperti cirri-ciri eksternal yang ditunjukkan pada gambar, dimana ilustrasi tentang organisme dan informasi tentang tempat hidupnya dapat membantu identifikasi. Kunci dikotomi yang digunakan oleh ilmuwan disusun dengan langkah-langkah dengan dua pernyataan deskriptif pada masing-masing langkah. Cermatilah kunci dikotomi untuk tungau dan kutu pada tabel. Perhatikan bahwa deskripsi yang diberi label Ia dan Ib, 2a dan 2b, dan seanjutnya. Untuk menggunakan kunci tersebut, anda harus selalu mengawali dengan pilihan dari pasangan deskripsi pertama. Perhatikan bahwa di tiap-tiap akhir setiap deskripsi adalah menunjukkan nama spesies atau petunjuk menuju tahaplain kelanjutannya. Jika anda enggunakan kunci dikotomi dengan tepat, anda akan dapat menemukan nama yang tepat untuk spesiesmu.
     Silahkan mengidentifikasi tungau lunak seperti pada tabel. Mulailah tahap pertama dari kunci. Kutu berwarna coklat milik anda, seharusnya anda ke langkah 3. Ketika anda mengukur kutu dan memperoleh panjangnya 5mm, sehingga anda harus ke langkah 4. Kutu anda berwarna coklat bentuk oval, badannya pipih. Kamu memilih 4b. kunci dikotomi menunjukkan pada anda bahwa kutu adalah contoh dari spesies ornithodores, yaitu kutu lunak pada mamalia.



2.3. Penyebaran Makhluk Hidup
A.       Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran organisme :
1. Faktor lingkungan: terdiri dari:
·       Faktor Abiotik, misalnya daratan, lautan, suhu, curah hujan dan lain-lain
·       Faktor Biotik, kehadiran mahluk hidup lain, baik tumbuhan, hewan dan bakteri
2. Faktor barrier (penghambat fisik)
·         Land barrier (penghambat  fisik oleh daratan)
·         Water barrier (penghambat  fisik oleh perairan)

3.      Faktor sejarah geologi               
·         Continental Drift  (pergeseran benua)
·         Garis Wallace dan Garis weber (merupakan pemisahan oleh palung laut yang dalam
B.     Persebaran Tumbuhan
v  Berdasarkan ketinggian (vertical)
  1.)  < 700 m, wilayah iklim panas, suhu rata-rata > 22oC. contoh : padi,    tebu, kelapa dan jagung.
  2.) 700-1500 m, wilayah iklim sedang, suhu rata- rata 15o – 22 o C. contoh : teh, kopi, kina dan karet.
  3.) 1500-2500 m, wilayah iklim sejuk, suhu rata-rata 11o – 15o C. contoh : pinus, cemara, dan hortikultura.
 4.)   2500-4000 m, wilayah iklim dingin, suhu rata-rata < 11oC. contoh : lumut.
v  Berdasarkan Garis Lintang (vertical)
1)   Daerah Tropika ( 23,5 o LU – 23,5o LS), wilayah iklim tropis, suhu rata-rata > 22o C, dengan ciri tumbuhan:
     - Pohonnya besar dan tinggi
     - Adanya tumbuhan menempel (epifit): mis. benalu dan   anggrek.
     - Ada tumbuhan menjalar ke atas, misalnya rotan.
     - Ada strata kehidupan
     - Ada semak / perdu


2) Daerah Subtropika (23,5o – 66,5o LU/LS), wilayah iklim sedang,
    mengalami empat musim (panas, gugur, dingin, semi), dengan ciri tumbuhannya:
    - Pohonnya tinggi
    - Ada pohon yang daunnya gugur pada musim gugur
   - Ada padang rumput di tengah benua.
3) Daerah Kutub (66,5o – 90o LU/LS), wilayah iklim dingin, pada musim panas matahari bersinar > 12 jam, musim dingin matahari bersinar < 12 jam, dengan ciri  tumbuhannya:
     - Spesies homogen, berdaun jarum. Contoh: pinus, cemara : Hutah taiga.
    - Ada lumut : Tundra

C.    Persebaran Hewan
·         Wilayah Paleartik (Eropa dan Asia Utara)
·         Wilayah Neartik (Amerika Utara)
·         Wilayah Neotropik ()Amerika Tengah-Selatan)
·         Wilayah Ethiopia (Afrika dan Arabia)
·         Wilayah Australia (Australia & sekitarnya)
·         Wilayah Oriental (Asia Selatan, Indonesia)
v  Bioma
         Jika anda bepergian lintas daerah, mungkin anda akan menyaksikan kondisi alam yang sangat berbeda. Mungkin anda akan melalui daerah yang didominasi dengan rerumputan dan hewan-hewan melata (reptilia), sementara di daerah lain anda akan menyaksikan daerah dengan kondisi hutan yang dipenuhi pepohonan dn berbagai hewa mamalia, aves, reptile, dan amphibian serta tumbuhan paku-pakuan dan beraneka tumbuhan yang hidupnya memanjat atau membelit. Komunitas hewan dan tumbuhan yang berbeda sepeti itu disebut bioma.
         Jumlah sebenarnya berbagai macam bioma di muka bumi ini tidak dapat diketahui. Hal ini karena tidak ada daerah yang sama sekali homogen dan dalam kehidupan tumbuhan dan hewan. Jika anda ingin menekan perbedaannya, anda menambah jumlah bioma. Jika anda mengabaikan perbedaannya dan mementingkan keseragaman, anda memilih-milih jumlah bioma yang lebih kecil.
         Sejumlah sifat iklim berinteraksi dalam penciptaan dan pemeliharaan suatu bioma. Bila presipitasi cukup banyak (40 inci atau lebih setahun) dan terdistribusi dengan baik dalam setahun,maka determinan utama adalah suhu. Sebelumnya dalam bab ini kita mempelajari mekanisme yang menciptakan suhu rata-rata yang amat penting, melainkan factor pembatas seperti apakah membeku atau panjangnya musim tumbuh. Andaikata curah hujan memadai, terdapat empat bioma yang cirri-cirinya diperoleh dari daerah dengan suhu rata-rata tinggi (tropika) sampai dengan daerah suhu rata-rata rendah (artika).
v  Hutan Hujan Tropis
         Di belahan bumi sebelah barat, hutan hujan tropis mencapai perkembangan sepenuhnya. Pohonnya tinggi sekali dan sangat beragam spesiesnya. Jarang dijumpai dua pohon yang sama tumbuh berdekatan. Vegetasinya sedemikian rapat sehingga sedikit saja cahaya yang masuk sampai ke dasar hutan. Sebagian besar tumbuhan selalu hijau, bukan tumbuhan meranggas. Cabang-cabang pohon penuh dengan liana dan epifit. Epifit adalah tumbuhan yang hidup menempel di atas tumbuhan yang lebih kuat. Berlainan dengan liana, akar-akarnya tidak sampai ke tanah. Mereka tidak mengambil makanan dari inangnya. Anggrek merupakan contoh dari kelompok epifit.
v  Hutan Meranggas Iklim Sedang
         Bioma hutan meranggas iklim sedang meliputi wilayah di ameriak utara bagian timur amerika serikat. Bercirikan pohon keras (beach, maple, oak dan sebagainya) yang meranggaskan daunnya pada musim gugur. Jumlah spesies pohon yang berbeda di sini jauh lebih terbatas daripada di bioma hutan hujan tropis, dan tegakan atau pohon spesies tunggal menempati wilayah yag luas. Adapun adanya kehidupan hewan seperti rusa, musang topeng (raccoon) dan salamander merupakan cirri khusus bioma ini.
v  Taiga
         Bila seseorang bergerak ke utara kanada, suatau gambaran baru yang tampak adalah pemandangan yang didominasi oleh conifer, khususnya “spruce” dan “fir”. Taiga merupakan bioma seperti yang ditemukan di rusia, yaitu daratan dengan danau dan dihuni oleh beruang, binatang pengerat misalanya bajing, burung dan “moose” sejenis rusa. Hewan terakhir ini sangat khas sehingga ada juga yang menamakannya bioma “spruce-moose”. Selama musim salju yang dingin, banyak dari mamalia itu berhibernasi (tidur), sedangkan banyak burung-burung bermigrasi.
v  Tundra
         Makin jauh ke utara, pohon-pohon di bioma taiga menjadi kerdil karena iklim subartika semakin keras. Akhirnya kebeadaan pohon-pohon tersebut lenyap dan tampaklah daratan berawa dan berdanau, suatu daratan yang demikian dinginnya dalam musim salju sehingga dari panjang dan musim panas kutub yang singkatpun tidak cukup untuk dapat mencairkan lapisan es di bawah lapisan permukaan tanah. Lumut spagnum, berbagai macam lichens (lumut kerak), dan beberapa rerumputan dan tumbuhan semusim yang tumbuh cepat mendominasi pemandangan selama musim tumbuh yang pendek. Hewan karibu hidup tumbuh dari tumbuhan ini. Demikian juga sejumlah besar serangga. Kawanan burung bermigrasi, khususnya unggas air, menduduki tundra dalam musim panas untuk mengasuh anaknya, memberinya makanan serangga dan berbagai macam avertebrata dan vertebrata air. Menjelang akhir musim panas kutub, burung-burung terbang ke selatan, dan hampir dari semua penghuni tetap, menurut caranya masing-masing mempersiakan diri menghabiskan musim dingin dalam keadaaaan dorman.
v  Padang Rumput
         Presipitasi tahunan di padang rumput rata-rata 20 inci (50 cm) per tahun. Sebagian besar dari presipitasi ini jatuh dalam musim tumbuh. Hal ini mendorong pertumbuhan rerumputan yang optimal. Banyaknya rumput yang melimpah untuk makanan ternak, serta tiadanya perlindungan dari pemangsa, berakibat populasi hewan yang serupa di padang rumput di seluruh muka bumi.
v  Padang Pasir
          Curah hujan tahunan dipadang pasir kurang dari 10 inci, dalam beberapa tahun, mungkin nol. Karena kekiringan yang luar biasa dipadang pasir, koloniasinya terbatas untuk tumbuhan kaktus dan tumbuhan tahunan yang tumbuh cepat dan biji-bijian dapat berkecambah, berkembang dan berbunga dan menghasilkanbiji-bijian tanaman baru dalam beberapa minggu setelah hujan lebat yang langka.
2.4. Manfaat Keanekaragaman Makhluk Hidup
a)   Sebagai sumber bahan pangan, papan dan obat
            Kita memanfaatkan berbagai biji-bijian, buah, sayur, umbi, daging hewan seperti sapi, ayam, kambing untuk bahan makanan. Kita memanfaatkan berbagai macam kayu seperti jati, sono keling untuk bahan bangunan. Kita memanfaatkan tanaman kunyit, kencur, mengkudu sebagai obat-obatan dalam kehidupan sehari-hari.
b)  Sebagai sumber pendapatan/devisa
            Keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan. Misalnya untuk bahan baku industri (kayu cendana untuk bahan kosmetik, kopi dan teh untuk industri minuman, karet untuk industri ban mobil, dll).
c)   Sebagai sumber plasma nutfah
            Plasma nutfah adalah sifat unggul yang ada pada makhluk hidup. Makhluk hidup yang begitu banyaknya merupakan sumber nutfah yang harus dijaga. Hutan merupakan gudang plasma nuftah.
d)     Manfaat ekologi
            Keanekaragaman makhluk hidup merupakan komponen ekosistem yang sangat penting. Hutan hujan memiliki nilai ekologi yang panting, antara lain :
·   Hutan hujan tropis merupakan paru-paru bumi. Kegiatan fofosintesis yang terjadi di hutan tropis dapat menurunkan kadar karbon dioksida di atmosfer.
·   Hutan hujan tropis dapat menjaga kestabilan iklim global, dapat mempertahankan suhu dan kelembapan udara.
e)      Manfaat keilmuan
            Makhluk hidup yang beraneka ragam di dunia merupakan sumber ilmu yang masih dapat terus digali. Misalnya banyak rahasia di alam yang belum ditemukan.
f)       Manfaat keindahan
            Makhluk hidup yang beraneka ragam di dunia ini akan menambah keindahan alam. Manusia seringkali memanfaatkan keanekaragaman makhluk hidup untuk keindahan, seperti mambuat taman yang terdiri dari berbagai tumbuhan

2.5. Pengaruh Manusia Terhadap Keanekaragaman Makhluk Hidup

a). Kegiatan manusia yang merusak keanekaragaman makhluk hidup
Banyak aktifitas manusia yang merusak keanekaragaman makhluk hidup. Rusaknya keanekaragaman hayati dapat terlihat dari punahnya beberapa jenis hewan. Salah satunya adalah harimau bali yang sudah tidak pernah diketemukan lagi. Beberapa aktifitas manusia yang dapat merusak keanekaragaman makhluk hidup :
      Perusakan habitat
Habitat adalah tempat hidup makhluk hidup. Perusakan habitat menyebabkan kepunahan. Kerusakan habitat dapa terjadi karena ekosistemnya diubah fungsinya oleh manusia.
      Penggunaan pestisida
Contoh pestisida adalah insektisida, herbisida, dan fungisida. Pertisida sebenarnya ditujukan untuk membunuh makhluk hidup pengganggu, tetapi pestisida juga menyebar ke lingkungan dan meracuni mikroba, jamur dan hewan.
         Pencemaran limbah dan sampah
Limbah dan sampah dapat berasal dari pabrik dan rumah tangga. Limbah dapat membunuh makhluk hidup.
         Perubahan tipe tumbuhan
Tumbuhan merupakan produsen di dalam ekosistem. Perubahan tipe tumbuhan, misalnya perubahan dari hutan hujan tropis menjadi hutan produksi, dapat mengakibatkan hilangnya tumbuhan-tumbuhan liar.
b)     Kegiatan Manusia Yang Memperbaiki Dan Menjaga Keanekaragaman Makhluk Hidup
Ø  Penghijauan
   Kegiatan penghijauan meningkatkan keanekaragaman hayati. Setelah melakukan penghijauan, yang penting adalah melakukan perawatan tanaman.
Ø  Pamuliaan
   Adalah usaha membuat varietas unggul dengan cara melakukan perkawinan silang. Usaha pamuliaan ini menghasilkan varian baru.
Ø  Pelestarian in situ
   Adalah pelestarian di dalam habitat aslinya. Misalnya mendirikan cagar alam ujung kulon dan taman nasional komodo.
Ø  Pelestarian ex Situ
   Adalah pelestarian di luar habitatnya. Misalnya penangkaran hewan dikebun kebun binatang.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
     Makhluk hidup di dunia ini sangat beragam. Keanekaragaman Makhluk Hidup di sebut dengan keanekaragaman hayati. Setiap sistem lingkungan memiliki keanekaragaman Hayati yang berbeda. Keanekaragaman Hayati ditunjukkan dengan adanya berbagai variasi bentuk, ukuran, warna, dan sifat-sifat dari makhluk hidup lainnya.
     Keanekaragaman Hayati disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Terdapat interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan dalam mempengaruhi sifat makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup dilakukan berdasarkan kesamaan morfologi, anatomi, fisiologi, dan cara perkembangbiakannya. Dengan klasifikasi tersebut akan terbentuk kelompok-kelompok makhluk hidup yang disebut takson. Setelah diklasifikasikan, suatu makhluk hidup diberi nama berdasarkan kelompok yang dimilikinya. Sistem tata nama yang dipakai saat ini adalah sistem tata nama biner yang disebut binomial nomenclature.
3.2 Saran
Apabila ada penulisan yang salah dalam makalah ini kami meminta maaf, dan kami meminta bantuan dari pembaca untuk memperbaikinya.

1 komentar:

  1. Mohegan Sun Pocono - MapyRO
    Find Mohegan Sun Pocono (Pocono) real-time prices, 해외배당흐름 reviews 하남 출장마사지 and information 경주 출장마사지 about the rooms and suites of 순천 출장샵 Mohegan Sun Pocono, 대구광역 출장마사지 including further

    BalasHapus